Mau ke Bali Wajib Lakukan Tes Swab

Mulai 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021, semua yang masuk wilayah Bali harus melakukan uji swab dan atau tes rapid antigen.
Foto: Martin Fuhrmann dari Pixabay

Buat yang akan berlibur ke Bali, mesti memperhatikan peraturan baru yang dikeluarkan selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2020/2021.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, pemerintah mewajibkan penumpang pesawat tujuan Bali untuk melakukan tes PCR H-2 dan melakukan tes rapid antigen H-2 bagi yang melakukan perjalanan darat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Menteri Kesehatan, Kepala BNPB, dan Menteri Perhubungan untuk segera mengatur prosedur pelaksanaannya.

“Saya minta hari ini SOP untuk penggunaan rapid test antigen segera diselesaikan,” ujar Luhut dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali secara virtual, kemarin seperti tertulis di laman resmi Kemenko Marves.

Hari ini, arahan tersebut dituangkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster lewat Surat Edaran Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Dalam surat edaran yang berlaku mulai 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021 itu, disebutkan bahwa pelaku perjalanan dalam negeri yang akan memasuki wilayah Bali lewat udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Bagi yang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi (darat dan laut) wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji rapid tes antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Disebutkan bahwa suray uji swab berbasis PCR dan rapid tes antigen berlaku 14 hari setelah diterbitkan. Dan selama berada di Bali harus memiliki surat uji swab berbasis PCR dan rapid tes antigen yang masih berlaku.

Surat edaran itu juga mewajibkan semua pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, penanggung jawab tempat dan fasilitas umum untuk melaksanakan protokol kesehatan standar yang ditetapkan.

Selain itu dilarang keras menyelenggarakan pesta tahun baru dan sejenisnya di dalam mau pun luar ruangan. Dilarang keras menggunakan petasan, kembang api dan mabuk minuman keras.

Pelanggaran yang terjadi akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Surat edaran itu juga meminta bantuan Panglima Kodam IX/Udayana dan Kepolisian Daerah Bali untuk membantu menegakan disiplin. (*)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn