Ada Wanita Berambut Kayu di Red Door

Ada wanita berambut kayu, lukisan joker, dan masakan rumahan lezat di Red Door Koffie and Bistro, Gading Serpong.

Ada wanita berambut kayu di Red Door Koffie & Bistro. Kehadirannya menguarkan keceriaan sekaligus kemewahan. Sosok wajah gembira itu, langsung menyedot perhatian.

Tempat duduk kayu dengan bantal-bantal cantik dengan latar belakang mural wanita berambut kayu itu menjadi salah satu tempat favorit pengunjung. Bukan hanya untuk bercengkrama atau pun bekerja sembari menyesap kopi, tetapi juga untuk selfie atau sekadar mengabadikan lukisan unik tersebut.

Marina Sadikin, owner Red Door yang suka traveling bercerita bahwa ide awalnya memang ingin menampilkan wajah perempuan yang tertawa bahagia. Keinginan itu kemudian diwujudkan oleh sang seniman di dinding dengan lebar kurang lebih 4,5 meter.

Kreasi tak hanya berhenti sampai di situ. Di awal renovasi dan pembenahan, banyak kayu-kayu bekas yang tak terpakai. Kayu-kayu itu memunculkan ide di benak Marina dan suami. Mereka memutuskan menggunakan kayu untuk rambut mural perempuan yang tengah tertawa bahagia. Hasilnya memang memukau.

Lalu, apa makna kupu-kupu di helai-helai rambut kayu yang semakin menambah artistik dan mewah tersebut? Hiasan kupu-kupu dipilih bukan tanpa sebab. Sebelum ditutup sementara karena pandemi, Marina mengibaratkan Red Door sebagai kepompong.

“Kami buka 2017. Hampir tiga tahun pertama bisa dikatakan menjadi waktu belajar mengelola Red Door. Penutupan sementara kami gunakan untuk pembenahan. Sekarang, kepompong itu saya ibaratkan telah lahir menjadi kupu-kupu. Itu latar kami menggunakan hiasan kupu-kupu saat Red Door dibuka kembali,” ujarnya.

Konsep
Red Door Koffie & Bistro terdiri dari empat lantai. Setiap lantai menyimpan kekhasan tersendiri. Di area pertama menjadi tempat yang dihiasi perempuan berambut kayu dengan tempat duduk bergaya theater yang cocok untuk bersantai atau pun bekerja sembari menyesap kopi.

Konsep lantai dua lebih ke fine dining dengan lukisan Joker yang ikonik, meski bukan dalam bentuk mural. Di lantai tiga pun ada lukisan tersendiri, dengan konsep Japanese Private Bar.

Lantai empat merupakan roof top yang jadi incaran konsumen. Di situ, pengunjung bisa menikmati santap romatis, dengan langit senja merah saat cuaca cerah. Di hari terang, gedung-gedung tinggi menjadi latar yang cantik.

Bagaimana dengan makanan? Menu Red Door seringkali mengingatkan pada masakan rumahan. Di antaranya ada misoa, masakan khas peranakan yang jarang ada di restoran-restoran lain.

Die, chef Red Door mengatakan bahwa konsep makanan di Red Door memang klasik dan kebanyakan untuk family. Menu yang jadi favoriit selain misoa ada spesial baso Oma Stella sampai nasi goreng buntut.

Di masa new normal, Red Door menerapkan protokol kesehatan cukup ketat. Hiro, supervisor operational, mengatakan di antaranya ada pengurangan kapasitas pengunjung yang cukup signifikan. Tertarik santap nyaman dan nikmat di Red Door?


Red Door Koffie & Bistro
Ruko New Jasmine No 36, Pakulonan Barat, Gading Serpong, Tangerang
Kontak: (021) 22225262

New Normal
– Sebelum pandemi kapasitas empat labtai 134 orang. Namun kini dibatasi hanya 20 orang perlantai. Karena itu, disarankan untuk reservasi, terutama saat akhir pekan.
– Setiap meja atau ruang akan didisenfektan terlebih dahulu sebelum menerima pengunjung lainnya.
– Seluruh staf diharuskan memakai masker
– Saat tidak bersantao, tamu diingatkan untuk selalu pakai masker
– Disediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn